Our social:

Latest Post

Minggu, 14 Desember 2014

Kawasan Karst Gombong Selatan Perlu Diselamatkan

Sabtu, 31 Mei 2014

GOMBONG - Perlu waktu puluhan juta tahun untuk membentuk gugusan terumbu karang dan mencuatkannya ke permukaan bumi sebagai pegunungan karst. Sebaliknya, bagi pabrik semen, hanya butuh puluhan tahun untuk menghancurkan dan mengubahnya menjadi mesin uang.

Pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentang karst Gombong Selatan pada Desember 2004 silam seolah memberi harapan akan keberpihakan pemerintah pada kelestarian ekosistem, keanekaragaman hayati, dan pembangunan berkelanjutan. Setelah sepulih tahun berlalu, gaung yang coba digemakan Presiden yang akan lengser itu pun mulai meredup. Isu pelestarian karst tak dianggap menarik.
”Orang lupa bahwa di balik kawasan karst terdapat cadangan sumber air bersih berbentuk sungai bawah tanah, berbagai flora dan fauna, serta peninggalan arkeologi di beberapa gua tertentu,” kata Ketua Program Studi Teknik Geologi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung Budi Brahmantyo.

Air di balik pegunungan karst ibarat harta karun. Tak semuanya muncul di permukaan dan mudah dijangkau. Membutuhkan penelusuran gua untuk mengetahui dari mana datangnya dan ke arah mana air mengalir. Secara garis besar, air datang dari hujan yang jatuh ke permukaan karst yang berpori dan bercelah. Ada yang membentuk bebatuan gamping melalui proseskarstifikasi. Ada juga yang menetes dan jatuh membentuk danau serta sungai kecil.

Di wilayah Gombong Selatan, Dinas ESDM setempat mencatat sekitar 60 persen batu gamping termasuk karst kelas I dan 30 persen kelas II. Sisanya, 10 persen, masuk dalam kawasan karst kelas III. Karst di kawasan itu juga sangat baik untuk bahan baku pembuatan semen.

Tahun 1997, PT Semen Gombong rencananya akan mendirikan pabrik semen di wilayah itu. Namun rencana itu tertunda sampai saat ini akibat krisis moneter tahun 1998. Keberadaan 122 gua di kawasan karst Gombong selatan, Jawa Tengah itu akan terancam jika pembangunan pabrik semen PT Semen Gombong dilanjutkan.

Kawasan karst ini meliputi kecamatan Rowokele di bagian Utara, kecamatan Buayan di bagian Timur, kecamatan Ayah di bagian Barat, sedangkan bagian Selatan berbatasan langsung dengan pantai Selatan Jawa atau Samudra Hindia. Luasnya sekitar 50.835.025,2 m². (LintasKebumen) 
 

http://juniaminudin.blogspot.com/2014/05/kawasan-karst-gombong-selatan-perlu.html

Rabu, 10 Desember 2014

Gombong Selatan

Kawasan ini terkenal dengan bentukan “cockpit karst” mempunyai gua-gua yang panjang seperti Gua Barat, Gua Jatijajar, Gua Liah, Gua Petruk dan lain-lainnya. Batuan gamping yang berumur Miosen bersifat keras, kompak dan sebafian berlapisan, termasuk jenis murni yang berwarna putih susu samapai kuning pucat. Panjang perbukitan kapur ini mencapai 8 km dan lebar 3 kmdengan luasan mencapai 40 km2.
” Ketinggian mutlak perbukitan karst di Gombong selatan berkisar 300-400 sedangkan ketinggian relatif hanya berkisar 50-150 m. Umur batuan karstnya berasal dari endapan berumur Miosen dengan permulaan karstifikasi pada akhir pliosen (awal Pleistosen). ”
(Balazs, 1968)
Ancaman kawasan ini adalah aktivitas penambangan kapur oleh Semen Gombong yang akan mengancam sumber air bagi kawasan Kebumen dan Cilacap serta daerah lain di sekitarnya namun konon proyek tersebut terhenti terutama dengan dicanangkannya Gombong sebagai kawasan Eko Karst pada Bulan desember 2004 lalu.

Survai fauna gua belum banyak dilakukan, di Gua Petruk dilakukan inventarisasi Arthropoda oleh Suhardjono et al. 2001 diperoleh ada 20 jenis yang terdiri 5 jenis troglobit dan 5 jenis guanobite sisanya dalam katagori troglofil dan troglosen. Gua Petruk mempunyai keanekaragaman jenis paling tinggi terutama dengan ditemukannay beberapa jenis Collembola terutama jenis Cyphoderopsis sp. dan Dermaptera yang banyak ditemukan di permukaan guano (Xeniaria jacobsoni Burr). Kelompok Arachnida yang ditemukan adalah Stygophrynus sp. dan Pseudoscorpion spp.


 sumber https://cavefauna.wordpress.com/karst-areas-of-indonesia/gombong-selatan/

Jumat, 20 Juni 2014

FaktaTentang Kawasan Karst Gombong Selatan

Kamis, 19 Juni 2014

BUAYAN - Selain Kawasan Geologi Karangsambung, Kawasan Karst Gombong Selatan (KKGS) merupakan salah satu kekayaan alam yang dimiliki Kabupaten Kebumen.



Perbukitan kapur berupa karst itu sangat istimewa, karena proses terbentuknya terjadi ratusan ribu bahkan jutaan tahun silam.

Secara fisik di permukaan, kawasan karst di Gombong selatan terlihat kering dan gersang. Namun di bawah tanah banyak mengandung sumber air yang terus mengalir tiada henti dan penyimpan cadangan air.


Berikut beberapa fakta menarik tentang Kawasan Karst Gombong Selatan:

1. Kawasan Karst Gombong Selatan (KKGS), pada tahun 2004 ditetapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai kawasan eko-karst.

2. Terdapat 122 gua bahkan 173 gua di Kawasan Karst Gombong Selatan (KKGS). Diantaranya Gua Pucung, Gua Jeblosan, dan Gua Candi sebagai sumber air bawah tanah.

3. Batuan penyusun Kawasan Karst Gombong Selatan (KKGS) merupakan bagian dari Formasi Kalipucang yang berumur miosen (11-25 juta tahun lalu).

4. Kawasan Karst Gombong Selatan (KKGS) memiliki panjang perbukitan kapur mencapai 8 km dan lebar 3 km dengan luasan mencapai lebih dari 40 km2 yang meliputi tiga kecamatan di pojok barat daya kebumen, yakni Kecamatan Ayah, Rowokele dan Buayan.

5. Terdapat air terjun setinggi 32 meter dibawah Kawasan Karst Gombong Selatan (KKGS), tepatnya di Goa Barat di desa Jatijajar, kecamatan Ayah.

6. Goa Petruk di Kawasan Karst Gombong Selatan (KKGS) termasuk dalam slah satu goa terdalam di dunia dengan panjang jelajah mencapai lebih dari 2 Km.

Tentu bukan hanya itu saja, masih banyak fungsi penting dari karst untuk masyarakat sekitar. Sebuah pabrik semen kini tengah menunggu Ijin akhir Usaha Pertambangan dari Pemerintah Kabupaten Kebumen untuk melakukan kegiatan eksplorasi di Kawasan Karst Gombong Selatan (KKGS).

Rencana aktivitas eksploitasi dalam skala besar nantinya dikhawatirkan bisa merubah bentang alam karst dan dayadukungnya. Hal ini menjadi ancaman serius karena bisa menghilangkan mata air yang akan mengakibatkan bencana kekeringan. Sejumlah peniliti dan komunitas pecinta gua di luar Kebumen sedang was was jika pemkab Kebumen mengijinkan. Lantas, bagaimana dengan warga sekitar ? [LintasKebumen©2014]

http://juniaminudin.blogspot.com/2014/06/faktatentang-kawasan-karst-gombong.html

Kamis, 21 November 2013

Ganjar Minta Pabrik Semen Tak Rusak Lingkungan


TEMPO.CO, Kebumen - Rencana penambangan bukit kapur di kawasan eco-karst Gombong selatan mendapat perhatian khusus Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Dia meminta Badan Lingkungan Hidup tidak main-main dalam membuat Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

”Lihat tata ruangnya. Kalau ada yang aneh, berarti ada tata uang,” kata Ganjar, usai menghadiri perayaan Hari Pangan Sedunia ke-33 di Purbalingga, Rabu, 20 November 2013.
Dia mengatakan, jika karst Gombong masuk kawasan lindung, maka tak boleh ditambang. Menurut dia, pembangunan itu harus memperhatikan aspek lingkungan dan dampaknya bagi masyarakat setempat.

Saat ini, dia sedang menunggu proses pembuatan Amdal. Dia meminta BLH serius dalam membuat Amdal sehingga dia bisa memutuskan dengan tepat, apakah Amdal penambangan PT Semen Gombong bisa dilanjutkan atau tidak. »Kalau Amdal beres, ya bisa dilanjutkan. Tapi kalau Amdal-nya mengatakan tidak bisa dilanjutkan, ya stop pembangunan pabrik,” katanya.

Dia mencontohkan, penambangan semen di Bukit Kendeng, Pati, bermasalah karena Amdal-nya tidak beres. Menurut dia, bukit kapur Kendeng merupakan kawasan karst yang menjadi daya dukung lingkungan sekitar, sehingga tidak bisa ditambang. »Pokoknya dalam membuat Amdal jangan sampai ada intervensi pemilik modal. Nanti keputusan diterima tidaknya Amdal, ada di tangan saya,” katanya.
Kepala Badan Lingkungan Hidup Kebumen, Masagus Herunoto, mengatakan, IMB pembangunan pabrik sudah keluar. »Kalau Amdal masih disusun,” katanya. Menurutnya, penyusunan itu masih dalam tahap awal. Dia juga mengaku akan memperhatikan kawasan tersebut sebagai kawasan lindung dan kawasan penyerap air.

Koordinator Komunitas Masyarakat Kawasan Karst Gombong Selatan, Supriyanto, mengatakan, pembangunan pabrik semen akan merusak lingkungan. »Sejak awal kami menolak dengan tegas rencana penambangan bukit kapur Gombong itu,” kata.

Thomas Suryono, peneliti dari Acintyacunyata Speleological Club Yogyakarta, membuat simulasi matematis potensi hilangnya air jika pabrik jadi dibangun. »Berdasarkan perhitungan kami, 1,75 juta meter kubik air akan berubah menjadi air permukaan yang bisa menjadi pemicu banjir,” katanya.

Geologis PT Semen Gombong, I Wayan Tirka Laksana, membantah keberadaan gua di bukit kapur yang akan ditambang. »Tidak ada gua di lahan kami,” katanya.

Ia menyebutkan, bukit kapur yang akan ditambang hanya sekitar 3-5 persen dari total kawasan karst Gombong yang luasnya mencapai 4.894 hektare. Menurut dia, lokasi tambang PT Semen Gombong berada di kawasan timur karst Gombong. Sedangkan gua yang terbentuk puluhan juta tahun lalu itu, disebutnya berada di kawasan barat.

PT Semen Gombong merupakan anak perusahaan Grup Medco milik pengusaha Arifin Panigoro. Total luas lahan yang akan ditambang, ditambah pabrik, mencapai 500 hektare di Kecamatan Buayan dan Rowokele. Pendirian pabrik saat ini sedang menunggu pembuatan Amdal.

ARIS ANDRIANTO

Rabu, 20 November 2013

Pabrik Semen Gombong Dinilai Langgar Tata Ruang



TEMPO.CO, Kebumen - Rencana pembangunan pabrik semen oleh PT Semen Gombong dinilai tidak tepat karena melanggar Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kebumen. Kawasan bukit karst Gombong selatan sebenarnya masuk dalam kawasan lindung yang tak boleh ditambang.

"Dalam Perda RTRW Kebumen, karst Gombong masuk dalam kawasan lindung yang sangat penting untuk hajat hidup orang banyak," kata Thomas Suryono, salah satu peneliti dari Acintyacunyata Speleological Club Yogyakarta, Selasa, 19 November 2013.

Dalam peraturan daerah tersebut, bentang alam karst Gombong yang memiliki luas 4.894 hektare berfungsi sebagai kawasan resapan air. Kecamatan Buyan yang masuk dalam peta penambangan sebenarnya termasuk kawasan hutan lindung.

Thomas mengatakan bukit karst Gombong selatan sebenarnya juga telah dilindungi dalam Peraturan Pemerintah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional yang menyebutkan terdapat dua alasan penting bahwa bentang alam karst seharusnya menjadi bagian dari Kawasan Lindung Nasional. "Kawasan karst sebagai daerah resapan air dan keunikan morfologinya," katanya.

Rencana pembukaan pabrik semen di wilayah Gombong dan pengambilan bahan baku berupa batu gamping merupakan ancaman serius bagi keberlangsungan daya dukung kehidupan masyarakat di sekitarnya. Jika diteruskan, dalam tiga hingga empat tahun mendatang, Kebumen akan mengalami krisis air bersih

Thomas menambahkan, pengupasan batu gamping dalam skala besar dikhawatirkan akan merusak tata hidrologi. "Dalam tiga tahun setelah penambangan, kawasan sekitarnya akan kering saat kemarau dan banjir saat hujan," katanya.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Kebumen, Masagus Herunoto mengatakan, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pembangunan pabrik sudah keluar. "Kalau Amdal masih disusun," katanya.
Pada saat ini penyusunan amdal oleh BLH masih dalam tahap awal. Penyusunan Amdal akan memperhatikan kawasan tersebut sebagai kawasan lindung dan kawasan penyerap air. Dengan Amdal, kata dia, akan terlihat dampak pabrik itu terhadap lingkungan dan masyarakat.

ARIS ANDRIANTO

Pembangunan PT Semen Gombong Tinggal Tunggu Amdal



TEMPO.CO, Jakarta - Rencana pembangunan pabrik PT Semen Gombong hanya tinggal menunggu keluarnya analisis dampak lingkungan. Kepala Badan Lingkungan Hidup Kebumen, Masagus Herunoto, menyatakan penyusunan amdal akan memperhatikan kawasan itu sebagai kawasan lindung dan penyerap air. 

Sejumlah LSM lingkungan hidup menentang penambangan batu gamping dari karst Gombong yang dikhawatirkan akan merusak lingkungan serta sumber air bagi masyarakat Kebumen dan sekitarnya.    

Dia akan memastikan bukit kapur yang akan ditambang berada di luar kawasan lindung. »Kami juga akan melihat apakah warga sekitar tambang mengizinkan apa tidak,” kata Masagus, Senin, 18 November 2013.

Site Manager PT Semen Gombong, Tineke Sunarni, mengatakan PT Semen Gombong akan mengikuti seluruh peraturan perundangan yang ada. "Kami optimistis Amdal bisa segera keluar dan kami bisa segera membangun pabrik," katanya.

Ia mengatakan, sebenarnya Amdal pembangunan pabrik sudah pernah keluar pada 1996. Hanya saja, karena ada krisis moneter, proyek itu dihentikan. Saat ini mereka harus membuat Amdal baru dengan peraturan baru.

Ia menyebutkan, bukit kapur yang akan ditambang hanya 3-5 persen dari total kawasan karst Gombong sebesar 4.894 hektare. Menurut dia, lokasi tambang PT Semen Gombong berada di kawasan timur karst Gombong. Tineke mengklaim lokasi tambang berbeda dengan gua karst berumur puluhan juta tahun yang menurut dia berada di sebelah barat.

PT Semen Gombong merupakan anak perusahaan Grup Medco milik pengusaha Arifin Panigoro. Total luas lahan yang akan ditambang ditambah pabrik mencapai 500 hektare di Kecamatan Buayan dan Rowokele.

ARIS ANDRIANTO

Masyarakat Karst Gombong Tolak Pabrik Semen